• MA AL AZHAR SALE
  • Belajar | Ngaji | Berkarya

KARYA SISWA: Cerpen "Takdir Pahitku" Oleh Lu’luatul Qomariyah

TAKDIR PAHITKU

Oleh Lu’luatul Qomariyah

 

    Rangkaian kisah yang kujalani begitu mengejutkan. Skenario Tuhan yang tak dapat kutebak silih berganti mengisi ruang hidupku. Aku Keyla Ayesha Al-Fatih. kenyataan pahit harus kuterima, bundaku telah meninggal dunia dan ayahku menikah lagi dengan seorang wanita yang akhir-akhir ini mengisi ruang hidupku.

    Sore itu dengan gagahnya ayahku, Darmawan Al-Fatih, meminang wanita itu. “Saya terima nikah dan kawinnya Faza Ayesha Sudiro binti Ahmad Sudiro dengan mas kawin tersebut dibayar tunai” ucapan sakral itu terlontar dari mulut ayahku. “Bagaimana para saksi, sah?” Tanya pak penghulu. Jangan tanya bagaimana perasaanku, hancur, sangat hancur. “Sah. Sah. Sah” jawab para saksi dan tak lupa keluarga besar ayahku. “Secepat itukah sosok bunda digantikan?” lirih batinku.

Rasa benci yang berkalu-kalut, menuntunku selalu bersikap kasar dan tak bertata karma. Padahal, aku dulu adalah sosok  anak yang patuh dan berbakti,  tapi sesosok wanita yang mengaku sebagai pengganti bunda itu mengantarkan aku menjadi anak berandalan yang suka balapan dan durhaka. “Yah, nanti malam Keyla gak pulang kerumah, soalnya mau nginep dirumah Siska.” ucapku pada ayah saat sarapan. “Tapi sayang, nanti malam kan ada acara tasyakuran ulang tahun mama, masak kamu mau keluar?” cegahnya. “ Yang ulang tahun kan mama bukan Keyla, kenapa Keyla ga boleh keluar? Apa hubungannya?”  bantahku, yang akhirnya  menyulut emosi ayahku. “Plak!” Satu tamparan mendarat di pipi kananku. 

“Dia mamamu, seharusnya kamu menghormatinya!“ bentak ayahku. “Ayah menamparku? Bahkan membentaku? Ayah berubah dan itu semua karna kamu perempuan jahat!” balasku. Kutinggalkan ayahku di meja sarapan dan aku pergi meningalkan rumah tanpa pamit. Kukendarai motorku dengan kecepatan tinggi. Tiba- tiba, Bruuk...! Aku menghantam truk yang sedang melaju. Tubuhku remuk redam, sakit rasanya. Seketika, bau amis menyeruak di indra penciumanku. Setelah itu, aku tak sadarkan diri.

Begitu banyak peralatan yang menempel di tubuhku menjadikanku tak bisa banyak gerak. Sampai akhirnya kumemiliki cukup kekuatan untuk membuka mata. Kubuka mataku perlahan, namun apa ini? Kenapa semua terlihat gelap. “Ayah...!”. Kugumamkan pelan mencoba mencari tahu apa ada orang disekitarku. “Sayang sudah bangun? Ini mama saying. Ayah pulang sebentar untuk mengambil baju” jawabnya. “ kok gelap? Apa listriknya padam?” tanyaku. Bukan jawaban yang kudapatkan, tapi sebuah genggaman tangan dan isakan yang kudengar. Mama nangis? Kenapa?  Kucoba menerka-nerka dan memberanikan untuk bertanya.

 “Apa aku buta?” lagi- lagi tak ada jawaban dan hanya isak tangis yang kudengar serta genggaman tangan. Tangisnya menandakan bahwa jawabannya iya.  Duniaku serasa runtuh. Tak berapa lama derap langkah memasuki ruanganku dan memeriksa keadaanku. “Dok, gimana keadaan anak saya?” tanyanya. “Anak ibu mengalami kebutaan, dan jalan keluar satu-satunya adalah operasi.”  ucap dokter itu. Bagai petir di siang bolong.  Ujian apa lagi ini Tuhan? 

    Binar bahagia dan senyum menawan tak luput dari wajahku. Itu semua karna menurut penuturan ayah ada seseorang yang bersedia mendonorkan matanya untuku. “Dari tadi ayah lihatin, Keyla senyum-senyum sendiri. Keyla bahagia bangetvya?” ucap ayah. “ Iya ayah, Keyla bahagia banget.” jawabku. Tapi, mana mama dari minggu kemaren kenapa aku tak pernah dengar suaranya. “Mama dimana yah?” tanyaku dengan gelisah. “Mama lagi pergi sayang, nanti mama nyusul” jawab ayah.

    Surat itu, teruntuk Keyla tersayang… “Keyla Ayesha Al-Fatih. Anaku yang cantik rupa dan hatinya. Maafkan mama telah meninggalkanmu dan menitipkanmu kepada adik madu mama, bundamu. Mama pergi tepat setelah 1 minggu kelahiranmu. Mama ingin menebus semua kesalahan mama yaitu dengan merawatmu. Tapi, hanya raut kebencian yang kamu tampakkan untuk mama. Saat itu, takdir Tuhan seakan berpihak pada mama. Bundamu meminta mama untuk kembali ke kehidupanmu dan ayahmu. Mama bahagia tapi kamu kecewa hingga tak tega melihatmu. Jika dengan sebuah pengorbanan mama kamu dapat bahagia. Mama titipkan mata mama untukmu, untuk dapat menerangi kebahagiaanmu. Jangan pernah merasa sendiri ada mata mama yang selalu menemani. Mama pamit, jaga dirimu dan ayahmu”.

Air beningku kembali menetes deras. Kenyataan apa ini? Ternyata orang yang selama ini kubenci. Dia, ibu kandungku? Ingatanku kembali pada masa lalu. Dia yang selalu kubentak tetapi tetap menampilkan senyumnya. Dia yang selalu kujahati tapi tetap baik padaku bahkan merawatku dengan penuh kasih sayang. “Mama, maafkan Keyla. Keyla menyesal, Ma”. 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
KARYA SISWA: Cerpen

KEMBALIKAN MASA ITU Oleh Indah Norma Yanti       Entah..., aku tak mampu melukiskan makna bahagia dalam hidupku. Sekejap mata, impian yang kubangun dengan cinta sir

27/02/2021 19:51 - Oleh Humas Maharsa - Dilihat 86 kali
KARYA SISWA: Cerpen "Aku dan Masalahku" Oleh Shela Kurnia Dona R.

AKU DAN MASALAHKU Oleh Shela Kurnia Dona R.       Drak…bunyi pintu kamarku hentakkan dengan keras. “Aauuhh…kenapa gak bisa ngerti aku sedikit si

27/02/2021 19:51 - Oleh Humas Maharsa - Dilihat 127 kali