You need to enable javaScript to run this app.

MA Al-Azhar Sale Perkuat Komitmen Sekolah Berbudaya Lingkungan melalui Sosialisasi Implementasi Program Adiwiyata Tahun Ajaran 2026/2027

  • Kamis, 09 Juli 2026
  • Humas Madrasah
  • 0 komentar
  • dilihat 23 kali
MA Al-Azhar Sale Perkuat Komitmen Sekolah Berbudaya Lingkungan melalui Sosialisasi Implementasi Program Adiwiyata Tahun Ajaran 2026/2027

 

Sale, 9 Juli 2026 – MA Al-Azhar Sale terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Implementasi Program Adiwiyata Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Kelas MA Al-Azhar Sale, menjadi langkah awal dalam memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Kader Adiwiyata, yang terdiri atas peserta didik kelas XI dan XII. Kehadiran seluruh unsur madrasah tersebut mencerminkan kesungguhan MA Al-Azhar Sale dalam membangun sinergi untuk mengimplementasikan Program Adiwiyata secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Sebagai narasumber, panitia menghadirkan Bapak Pratikno, S.Pd., Guru SMP Negeri 3 Lasem yang juga aktif sebagai penyuluh Program Adiwiyata. Dengan pengalaman yang dimiliki dalam mendampingi sekolah-sekolah menuju predikat Adiwiyata, beliau menyampaikan materi secara komunikatif, sistematis, dan interaktif sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta. Dalam pemaparannya, Bapak Pratikno menjelaskan bahwa Program Adiwiyata bukan sekadar upaya memperindah lingkungan sekolah, melainkan sebuah gerakan pendidikan yang bertujuan membentuk karakter warga sekolah agar memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan budaya hidup ramah lingkungan. Oleh karena itu, keberhasilan Program Adiwiyata sangat bergantung pada keterlibatan seluruh warga madrasah, mulai dari kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite, hingga masyarakat sekitar.

Materi pertama yang disampaikan membahas kebijakan dan tahapan sekolah Adiwiyata. Pada sesi ini dijelaskan bahwa setiap satuan pendidikan perlu menyusun perencanaan yang matang dalam mengembangkan budaya lingkungan. Program tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penghijauan atau pengelolaan sampah, tetapi juga harus terintegrasi dalam kebijakan madrasah, kurikulum pembelajaran, kegiatan partisipatif, serta pengelolaan sarana dan prasarana yang mendukung pelestarian lingkungan. Lebih lanjut, narasumber menegaskan bahwa Program Adiwiyata merupakan proses yang berkelanjutan. Setiap tahapan memerlukan komitmen, evaluasi, dan pembiasaan agar budaya peduli lingkungan benar-benar menjadi karakter seluruh warga madrasah. Dengan demikian, pelaksanaan program tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku sehari-hari.

Materi berikutnya membahas 24 indikator terbaru calon Sekolah Adiwiyata. Indikator-indikator tersebut menjadi acuan dalam melakukan penilaian terhadap kesiapan sekolah atau madrasah dalam mengikuti Program Adiwiyata. Bapak Pratikno menjelaskan setiap indikator secara rinci, mulai dari aspek kebijakan lingkungan, pelaksanaan pembelajaran berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif seluruh warga sekolah, hingga pengelolaan fasilitas yang mendukung upaya pelestarian lingkungan. Menurut beliau, pemahaman terhadap indikator ini sangat penting agar seluruh warga madrasah memiliki persepsi yang sama mengenai target yang harus dicapai. Selain itu, indikator tersebut juga menjadi pedoman dalam menyusun berbagai program kerja lingkungan yang realistis, terukur, dan berkelanjutan. Pada kesempatan tersebut, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1316 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Program Adiwiyata. Narasumber menguraikan berbagai ketentuan terbaru yang menjadi dasar pelaksanaan Program Adiwiyata di seluruh Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa petunjuk teknis tersebut memberikan arah yang lebih jelas mengenai mekanisme pembinaan, pelaksanaan, penilaian, hingga evaluasi Program Adiwiyata. Dengan adanya regulasi terbaru tersebut, diharapkan setiap satuan pendidikan mampu menyusun langkah-langkah strategis yang sesuai dengan standar nasional sehingga implementasi program dapat berjalan lebih efektif dan terukur.

Selain menyampaikan materi kebijakan, Bapak Pratikno juga memberikan pendampingan dalam pengisian Kuesioner Sekolah Adiwiyata. Kuesioner ini merupakan salah satu instrumen penting untuk mengidentifikasi kondisi awal madrasah sekaligus memetakan berbagai aspek yang telah memenuhi indikator maupun aspek yang masih perlu ditingkatkan. Pada sesi ini peserta diajak memahami cara mengisi setiap komponen kuesioner secara benar sesuai kondisi riil madrasah. Diskusi berlangsung aktif karena peserta diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait pengisian dokumen maupun implementasi kegiatan yang relevan dengan indikator Adiwiyata. Suasana sosialisasi berlangsung penuh antusias. Para guru, tenaga kependidikan, serta kader Adiwiyata mengikuti kegiatan dengan serius sejak awal hingga akhir. Berbagai pertanyaan mengenai strategi pelaksanaan program, penyusunan administrasi, pengelolaan lingkungan, hingga pembentukan budaya peduli lingkungan menjadi bagian dari diskusi yang memperkaya pemahaman seluruh peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan Program Adiwiyata di MA Al-Azhar Sale pada Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui pemahaman yang komprehensif terhadap kebijakan, indikator penilaian, regulasi terbaru, serta mekanisme pengisian instrumen evaluasi, seluruh warga madrasah diharapkan mampu berkolaborasi dalam mewujudkan lingkungan belajar yang bersih, sehat, nyaman, hijau, dan berkelanjutan. Lebih dari itu, implementasi Program Adiwiyata diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi dalam bentuk penghargaan, tetapi juga mampu menanamkan karakter peduli lingkungan kepada seluruh peserta didik. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.

Dengan terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini, MA Al-Azhar Sale semakin meneguhkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan pembentukan karakter keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan hidup. Semangat kebersamaan antara pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik diharapkan menjadi modal utama dalam mewujudkan MA Al-Azhar Sale sebagai Madrasah Berbudaya Lingkungan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan yang berkelanjutan. Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat hingga selesai, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan MA Al-Azhar Sale menuju implementasi Program Adiwiyata yang lebih optimal pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Bagikan berita ini:

Beri Komentar

- Kepala Madrasah -

Sri Wati, S.Pd.I.

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat kepada...

Berlangganan
Banner