You need to enable javaScript to run this app.

“Penetapan 16 Oktober sebagai Hari Pangan Sedunia: Momentum Global untuk Kemandirian dan Ketahanan Pangan”

  • Kamis, 16 Oktober 2025
  • Humas Madrasah
  • 0 komentar
  • dilihat 36 kali

 

Sale (16/10/2025) -- Setiap tanggal 16 Oktober, dunia memperingati Hari Pangan Sedunia atau “World Food Day” yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO/ Food and Agriculture Organization) sejak tahun 1979. Penetapan tanggal ini tidak terlepas dari sejarah berdirinya FAO pada 16 Oktober 1945 yang bertujuan untuk mengatasi persoalan kelaparan, kekurangan gizi, dan distribusi pangan di seluruh dunia. Sejak saat itu, tanggal 16 Oktober dijadikan momentum global untuk mengingatkan masyarakat internasional bahwa pangan adalah hak asasi setiap manusia, bukan sekadar kebutuhan dasar yang bisa diabaikan. Melalui peringatan ini, FAO bersama negara-negara anggota berkomitmen memperkuat kesadaran tentang pentingnya ketahanan pangan, akses pangan yang adil, dan upaya bersama dalam mengurangi kelaparan di berbagai belahan dunia.

Penetapan Hari Pangan Sedunia juga mencerminkan kegelisahan global terhadap kenyataan bahwa masih banyak masyarakat di dunia yang belum mampu memenuhi kebutuhan pangan secara layak. Menurut laporan FAO, lebih dari 700 juta orang di dunia masih hidup dalam kondisi kelaparan kronis, sementara jutaan lainnya mengalami kekurangan gizi, terutama anak-anak. Ironisnya, pada saat yang sama, terdapat pula negara-negara yang mengalami surplus pangan hingga mengakibatkan pemborosan besar-besaran. Fenomena ini memperlihatkan ketimpangan distribusi pangan yang nyata. Oleh sebab itu, Hari Pangan Sedunia menjadi momentum refleksi bagi semua pihak, baik pemerintah, organisasi internasional, lembaga swadaya masyarakat, hingga individu, untuk bersama-sama mencari solusi agar ketersediaan pangan dapat merata dan berkelanjutan.

Tema yang diangkat dalam peringatan Hari Pangan Sedunia berbeda setiap tahunnya, menyesuaikan dengan isu-isu aktual yang dihadapi dunia. Misalnya, tema mengenai pentingnya sistem pangan berkelanjutan, pemberdayaan petani kecil, hingga dampak perubahan iklim terhadap produksi pangan global. FAO menekankan bahwa ketahanan pangan bukan hanya berbicara soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga menyangkut kualitas, keterjangkauan harga, keberlanjutan produksi, hingga sistem distribusi yang efisien. Dalam konteks ini, penetapan 16 Oktober sebagai Hari Pangan Sedunia bukan sekadar simbol, melainkan pengingat tahunan bahwa ketahanan pangan adalah tantangan multidimensional yang harus dihadapi dengan strategi terpadu.

Indonesia sebagai negara agraris memiliki peran penting dalam peringatan Hari Pangan Sedunia. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia diharapkan mampu mewujudkan kemandirian pangan sekaligus memberikan kontribusi bagi dunia. Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah kecil. Persoalan alih fungsi lahan pertanian, ketergantungan pada impor komoditas tertentu, rendahnya kesejahteraan petani, serta ancaman perubahan iklim menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani. Pemerintah Indonesia setiap tahun turut memperingati Hari Pangan Sedunia dengan berbagai kegiatan, seperti pameran produk pangan lokal, diskusi publik, seminar, hingga kampanye gaya hidup sehat tanpa pemborosan makanan. Melalui momentum ini, pemerintah berupaya mendorong masyarakat untuk lebih menghargai pangan lokal, mengurangi ketergantungan impor, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Secara keseluruhan, penetapan 16 Oktober sebagai Hari Pangan Sedunia merupakan wujud komitmen global untuk menegaskan bahwa pangan adalah fondasi kehidupan yang tidak bisa ditawar. Ketersediaan pangan yang berkelanjutan, adil, dan terjangkau akan menentukan kualitas hidup generasi saat ini maupun yang akan datang. Melalui peringatan ini, masyarakat diingatkan untuk tidak hanya melihat pangan sebagai konsumsi harian, tetapi juga sebagai simbol keberlanjutan, keadilan sosial, dan tanggung jawab bersama. Indonesia dan seluruh bangsa di dunia diharapkan dapat menjadikan Hari Pangan Sedunia sebagai titik tolak untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan global, sehingga cita-cita dunia bebas kelaparan dapat benar-benar terwujud. Dengan demikian, 16 Oktober bukan hanya peringatan seremonial, melainkan momentum aksi nyata untuk menciptakan dunia yang lebih sehat, adil, dan berdaulat dalam pangan.

 

Bagikan berita ini:

Beri Komentar

- Kepala Madrasah -

Sri Wati, S.Pd.I.

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat kepada...

Berlangganan
Banner