You need to enable javaScript to run this app.

"24 Oktober, Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa: Momentum Global untuk Perdamaian dan Solidaritas Dunia"

  • Jum'at, 24 Oktober 2025
  • Humas Madrasah
  • 0 komentar
  • dilihat 52 kali

 

Tanggal 24 Oktober setiap tahun diperingati sebagai Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Day), sebuah momen bersejarah yang menandai lahirnya Piagam PBB (UN Charter) pada tahun 1945. Penetapan hari ini tidak hanya sebagai pengingat berdirinya organisasi internasional terbesar di dunia, tetapi juga sebagai simbol persatuan umat manusia dalam menjaga perdamaian, keamanan, serta kerja sama global. Piagam PBB sendiri ditandatangani pada 26 Juni 1945 di San Francisco, Amerika Serikat, oleh 50 negara, termasuk Indonesia yang kemudian menjadi anggota ke-60 pada tahun 1950. Namun, Piagam tersebut mulai berlaku resmi pada 24 Oktober 1945, sehingga tanggal inilah yang dipilih Majelis Umum PBB sebagai Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sejak saat itu, 24 Oktober diperingati secara internasional sebagai momentum memperkuat solidaritas global.

Hari PBB memiliki makna yang sangat mendalam, mengingat organisasi ini lahir dari pengalaman pahit Perang Dunia II yang menimbulkan jutaan korban jiwa dan kehancuran besar-besaran. Para pendiri PBB sepakat untuk menciptakan wadah yang mampu mencegah terulangnya perang besar, memajukan kerja sama antarbangsa, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia. Penetapan 24 Oktober sebagai Hari PBB menjadi pengingat bahwa organisasi ini adalah milik semua negara, bukan hanya negara besar, dan setiap anggota memiliki peran dalam menjaga perdamaian dunia. Hingga kini, PBB memiliki 193 negara anggota dan tetap konsisten menjalankan misinya: memelihara perdamaian dan keamanan internasional, mempromosikan pembangunan berkelanjutan, melindungi hak asasi manusia, serta mengkoordinasikan bantuan kemanusiaan.

Peringatan Hari PBB setiap 24 Oktober biasanya diisi dengan berbagai kegiatan internasional, mulai dari sidang khusus Majelis Umum, pameran budaya, hingga kampanye global tentang isu-isu dunia seperti perubahan iklim, kemiskinan, kesetaraan gender, hingga perdamaian. Di banyak negara, termasuk Indonesia, momentum ini juga dirayakan melalui seminar, diskusi publik, hingga kegiatan edukatif di sekolah dan universitas untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya solidaritas global. Melalui Hari PBB, masyarakat dunia diajak untuk memahami bahwa tantangan global seperti pandemi, krisis pangan, konflik bersenjata, maupun bencana lingkungan hanya bisa diatasi dengan kerja sama lintas negara. Inilah esensi dari multilateralisme yang menjadi dasar berdirinya PBB: tidak ada negara yang bisa berdiri sendiri dalam menghadapi tantangan zaman.

Bagi Indonesia, Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki arti penting karena sesuai dengan prinsip politik luar negeri “bebas aktif” yang dianut sejak awal kemerdekaan. Indonesia telah terlibat aktif dalam berbagai misi PBB, baik melalui pengiriman pasukan perdamaian di bawah bendera United Nations Peacekeeping Forces, kontribusi dalam sidang-sidang Majelis Umum, maupun peran diplomasi dalam isu-isu global. Selain itu, Indonesia juga aktif dalam Dewan Keamanan PBB, Dewan Hak Asasi Manusia, serta berbagai forum internasional lainnya. Dengan demikian, peringatan Hari PBB pada 24 Oktober menjadi refleksi bagi Indonesia untuk terus memperkuat diplomasi, mendukung perdamaian dunia, sekaligus memperjuangkan kepentingan negara berkembang agar suara mereka didengar dalam tata dunia internasional.

Secara keseluruhan, penetapan 24 Oktober sebagai Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah sebuah pengingat bahwa perdamaian, keadilan, dan pembangunan global hanya dapat terwujud melalui kerja sama antarbangsa. Momentum ini tidak hanya menjadi milik para diplomat dan pemimpin dunia, tetapi juga milik seluruh umat manusia yang mendambakan dunia yang aman, adil, dan sejahtera. Bagi masyarakat internasional, Hari PBB adalah kesempatan untuk merefleksikan peran masing-masing dalam menjaga keberlangsungan bumi dan peradaban. Sementara bagi Indonesia, Hari PBB adalah pengingat bahwa kontribusi bangsa dalam diplomasi internasional adalah bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan sekaligus memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Dengan semangat solidaritas dan persatuan, Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 24 Oktober diharapkan menjadi titik tolak bagi terciptanya dunia yang damai, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh umat manusia.

 

Bagikan berita ini:

Beri Komentar

- Kepala Madrasah -

Sri Wati, S.Pd.I.

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat kepada...

Berlangganan
Banner