Shalat Berjamaah dan Kajian Akhlaq Lil Banin: Siswa MA. Al-Azhar Sale Teguhkan Akhlak Mulia di Masjid Ar-Rohman Sale
- Rabu, 25 Februari 2026
- Humas Madrasah
- 0 komentar
- dilihat 249 kali
Sale, 25 Febuari 2026 - MA. Al-Azhar Sale kembali meneguhkan komitmennya dalam membentuk generasi berilmu dan berakhlak melalui kegiatan penutup pembelajaran di Bulan Ramadhan yang sarat makna pada hari Rabu, 25 Februari 2026. Bertempat di Serambi Masjid Ar-Rohman Sale, seluruh siswa kelas X, XI, dan XII bersama bapak/ibu guru mengikuti rangkaian kegiatan shalat Dzuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan kajian kitab Akhlaq Lil Banin Jilid 2 karya Syaikh Umar bin Ahmad Baradja. Kegiatan yang dimulai pukul 12.25 WIB hingga selesai ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari para peserta didik.
Suasana khusyuk begitu terasa saat adzan Dzuhur berkumandang. Para siswa dengan tertib mengambil wudhu dan berbaris rapi memenuhi serambi masjid. Shalat berjamaah bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang menanamkan kedisiplinan, kebersamaan, serta kepatuhan kepada Allah SWT. Para guru turut hadir dan berbaur bersama siswa, memberikan teladan langsung tentang pentingnya menjaga shalat sebagai tiang agama. Momen ini sekaligus menjadi cerminan budaya madrasah yang mengintegrasikan nilai spiritual dalam setiap aktivitas pembelajaran.
Usai melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan kajian kitab Akhlaqul Banin Jilid 2 yang dipimpin oleh Ust. M. Syadid, S.Sos. Dengan penuh ketenangan dan kelembutan, beliau menyampaikan materi yang terkandung dalam kitab tersebut secara sistematis dan mudah dipahami. Kitab karya Syaikh Umar bin Ahmad Baradja ini dikenal luas di kalangan pesantren dan madrasah sebagai rujukan utama dalam pembinaan akhlak anak dan remaja. Pada kesempatan kali ini, pembahasan difokuskan pada urgensi akhlak mulia sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Dalam pemaparannya, Ust. M. Syadid menekankan bahwa akhlak mulia merupakan sebab kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Seseorang yang berakhlak baik akan mendapatkan ridho dari Allah SWT serta dicintai oleh keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Beliau menjelaskan bahwa kecerdasan intelektual tanpa dibarengi akhlak yang baik tidak akan membawa keberkahan. Sebaliknya, akhlak yang luhur akan mengangkat derajat seseorang, memudahkan urusannya, dan mendatangkan ketenangan hati. Para siswa tampak menyimak dengan serius, beberapa di antaranya mencatat poin-poin penting yang disampaikan sebagai bekal dalam memperbaiki diri.
Nilai kedua yang ditekankan dalam kajian tersebut adalah pentingnya membiasakan akhlak mulia sejak usia dini. Ust. M. Syadid mengingatkan bahwa karakter tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses pembiasaan yang konsisten. Jika sejak kecil seseorang dilatih untuk jujur, sopan, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain, maka sifat-sifat tersebut akan melekat dan menjadi bagian dari kepribadiannya hingga dewasa. Oleh karena itu, masa remaja di bangku madrasah merupakan fase yang sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan agar kelak menjadi karakter yang kokoh dalam diri setiap siswa.
Lebih lanjut, kajian juga menegaskan bahwa akhlak mulia dan ketakwaan kepada Allah SWT menjadi sebab utama masuknya manusia ke dalam surga. Ust. M. Syadid mengajak para siswa untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Takwa diwujudkan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, sementara akhlak mulia tercermin dalam sikap santun, rendah hati, serta peduli terhadap lingkungan sekitar. Pesan ini menjadi pengingat bahwa tujuan akhir pendidikan bukan semata-mata keberhasilan duniawi, melainkan keselamatan dan kebahagiaan di akhirat.
Kegiatan kajian berlangsung dengan penuh hikmat dan kekhusyukan hingga akhir acara. Interaksi antara pemateri dan peserta berjalan dengan baik, menciptakan suasana belajar yang hidup namun tetap tertib. Sebelum para siswa kembali ke rumah masing-masing, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. M. Syadid, memohon agar ilmu yang telah dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat dan membawa keberkahan. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, MA. Al-Azhar Sale kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga generasi berakhlak mulia yang siap menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
Berita Sebelumnya
Semangat Kartini Menggema di Madrasah: Upacara Khidmat Penuh Makna di MA Al-Azhar Sale
Selasa, 21 April 2026
"Semangat Baru Menuju Sekolah Berwawasan Lingkungan: DLH Kabupaten Rembang Gelar Sosialisasi dan Pembinaan Calon Sekolah Adiwiyata 2026 di MA. Al-Azhar"
Selasa, 07 April 2026
Optimis Sukses! Ujian Madrasah MA Al-Azhar Sale Tahun Ajaran 2025/2026 Digelar Berbasis Komputer
Rabu, 01 April 2026
Hangat Kebersamaan, Hari Pertama Masuk Madrasah Pasca Idul Fitri 1447 H Berlangsung Khidmat
Senin, 30 Maret 2026
Pesantren Ramadan 1447 H/ 2026 M: MA Al-Azhar Sale Menumbuhkan Spirit Ibadah dan Kepedulian Sosial di Bulan Suci
Jum'at, 13 Maret 2026
Istighosah Bersama Warnai Pagi Jum’at di MA Al-Azhar Sale di Bulan Ramadhan 1447 H
Jum'at, 27 Februari 2026
MA Al-Azhar Sale Terima Bantuan Perlengkapan Laboratorium Komputer dan Kelas Digital, Perkuat Transformasi Pendidikan di Era Teknologi
Jum'at, 20 Februari 2026
Semangat Baru Menyongsong Masa Depan: MA Al-Azhar Sale Sosialisasikan Penerimaan Murid Baru di MTs Negeri 5 Rembang
Kamis, 12 Februari 2026
