You need to enable javaScript to run this app.

“17 September: Jejak Sejarah dan Makna Hari Perhubungan Nasional”

  • Rabu, 17 September 2025
  • Humas Madrasah
  • 0 komentar
  • dilihat 54 kali
“17 September: Jejak Sejarah dan Makna Hari Perhubungan Nasional”

Transportasi dan perhubungan memiliki peran vital dalam menghubungkan kehidupan manusia. Dari jalur darat, laut, udara, hingga perkeretaapian, perhubungan tidak hanya memfasilitasi mobilitas barang dan manusia, tetapi juga menjadi urat nadi perekonomian serta simbol persatuan bangsa. Di Indonesia, pentingnya sektor perhubungan diakui sejak masa awal kemerdekaan. Kesadaran akan peran strategis ini kemudian melahirkan sebuah peringatan nasional yang dikenal dengan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), yang jatuh pada 17 September setiap tahunnya. Penetapan tanggal ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari perjalanan sejarah panjang bangsa Indonesia dalam membangun sektor transportasi yang tangguh.

Sejarah penetapan 17 September sebagai Hari Perhubungan Nasional berawal dari keinginan untuk menyatukan momentum peringatan hari-hari penting di berbagai instansi perhubungan. Dahulu, setiap subsektor perhubungan seperti darat, laut, udara, dan kereta api memiliki hari jadinya masing-masing. Kondisi ini membuat peringatan terasa terpisah dan kurang mencerminkan semangat kebersamaan. Pada tahun 1971, Menteri Perhubungan kala itu, Emil Salim, mengambil inisiatif untuk mempersatukan peringatan tersebut menjadi satu hari besar yang dapat menaungi seluruh unsur perhubungan di Indonesia. Setelah melalui pertimbangan yang matang, ditetapkanlah tanggal 17 September sebagai Hari Perhubungan Nasional. Pemilihan tanggal ini bertepatan dengan momentum lahirnya Keputusan Menteri Perhubungan yang menandai penyatuan hari-hari perhubungan, sehingga 17 September memiliki makna historis sekaligus simbolis.

Makna Hari Perhubungan Nasional tidak hanya sebatas peringatan seremonial, melainkan juga menjadi cermin bagi bangsa Indonesia dalam menilai perkembangan sektor transportasi. Harhubnas berfungsi sebagai momentum evaluasi dan refleksi terhadap capaian, kendala, serta tantangan di bidang perhubungan. Seiring berjalannya waktu, transportasi di Indonesia menghadapi berbagai dinamika, mulai dari peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat, tantangan keselamatan, pembangunan infrastruktur, hingga transformasi menuju transportasi ramah lingkungan. Oleh karena itu, setiap tanggal 17 September dijadikan sarana untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat agar dapat mewujudkan sistem transportasi nasional yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.

Selain sebagai ajang refleksi, Hari Perhubungan Nasional juga memiliki fungsi edukatif dan inspiratif. Peringatan ini sering diwarnai dengan berbagai kegiatan, seperti upacara, pameran, seminar, hingga lomba yang melibatkan insan perhubungan maupun masyarakat luas. Melalui kegiatan tersebut, publik diingatkan akan betapa pentingnya perhubungan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, tanpa transportasi yang memadai, distribusi bahan pokok bisa terganggu, mobilitas pendidikan dan kesehatan menjadi terhambat, serta interaksi sosial-ekonomi masyarakat tidak berjalan lancar. Harhubnas mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghargai kerja keras para insan perhubungan yang siang dan malam menjaga kelancaran transportasi, baik sopir, masinis, pelaut, pilot, teknisi, maupun petugas lapangan lainnya. Dengan begitu, peringatan ini tidak hanya bernilai simbolis, tetapi juga memperkuat rasa bangga terhadap profesi di bidang perhubungan.

Secara historis, penetapan 17 September sebagai Hari Perhubungan Nasional adalah bukti nyata bahwa sektor transportasi memiliki kedudukan fundamental dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dari inisiatif menyatukan berbagai subsektor perhubungan pada tahun 1971 hingga kini menjadi agenda nasional, Harhubnas menegaskan komitmen untuk membangun konektivitas yang menyatukan negeri dari Sabang sampai Merauke. Setiap tahunnya, tanggal ini mengingatkan kita bahwa transportasi bukan hanya sarana mobilitas, melainkan juga instrumen persatuan, pemerataan pembangunan, serta daya dorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, memperingati Hari Perhubungan Nasional bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama untuk menghadirkan transportasi Indonesia yang lebih maju, aman, inklusif, dan berkelanjutan demi masa depan bangsa.

Penulis: M. Riskiyanto, S.Pd.

Bagikan berita ini:

Beri Komentar

- Kepala Madrasah -

Sri Wati, S.Pd.I.

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat kepada...

Berlangganan
Banner